Tampilkan postingan dengan label Canang Sari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Canang Sari. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Juli 2016

Menanam Dan Budidaya Bunga Pacar Air

Bunga pacar air termasuk dalam golongan tanaman hias yang sangat mudah tumbuh di lahan jenis apa saja. Bunga ini mempunyai daun berbentuk lancip, tidak terlalu lebar, dan bergerigi. Tnaman ini biasanya membentuk kumpulan bunga pada bagian ketiaknya yang nantinya akan berubah menjadi buah dan berisi biji untuk berkembang biak. Jika dilihat secara sekilas bentuk buahnya mirip dengan pepaya tetapi berkulit tipis dan tidak terdapat buah melainkan hanya biji. Pacar air biasanya digunakan sebagai mainan anak perempuan sebagai kutek-kutekan. Zat warna yang dihasilkan dari daunnya berwarna jingga/oranye dan dapat meresap kedalam kuku. Namun seperti kebanyakan bunga, pacar air juga sangat cantik bila dijadikan tanaman hias baik di pekarangan atau halaman rumah Anda. Jika Anda mencari panduannya, berikut adalah panduan selengkapnya:


Pembibitan

Bibit bunga pacar air bisa didapatbiji buahnya. Carilah buah yang akan dijadikan bibit yang mulus tanpa cacat fisik dengan ciri buahnya besar, berwarna kuning kehijauan, matang di pohon, belum pecah/meletup, dan dari pohon yang berbunga lebat . Petik dan keringkan dibawah sinar matahari sampai meletup sendiri. Pilih biji yang berwarna cokelat dan buang yang berwarna putih. Jemur sampai biji kering sempurna lalu simpan ditempat kering.

Persiapan dan Penanaman

Pertama-tama buat media tanam dari campuran arang sekam (alternatif), tanah berpasir, dan kompos/pupuk kandang dengan perbandingan (1):1:1. Selanjutnya siapkan pot atau polybag yang sesuai dengan keinginan, untuk pot bisa digunakan minimal yang berukuran 5-10 cm. Pastikan pot atau polybag menggunakan sistem drainase yang baik sehingga tanaman tidak membusuk. Sesuaikan juga peletakannya, jika diletakkan di meja atau tempat penting, usahakan menaruh penampungan air dibawahnya agar tidak membasahi tempat peletakan. Setelah siap maka taburkan biji diatas media tanam lalu tutup dengan tanah tipis-tipis dan beri sedikit air agar terjaga kelembabannya.

Perawatan

Lakukan penyiraman selama 1 minggu masa tanam. Setelah muncul kecambah dan tanaman berumur 3-4 mingu beri pupuk kandang/kompos dengan dosis 1 sendok makan/tanaman/pot. Ulangi pemupukan setelah umur 2 bulan, setelah itu hentikan pemupukan. Jika tanaman biasa diletakkan di tempat teduh atau ruangan maka sesekali biarkan pot diletakkan diluar agar terkena sinar matahari supaya bisa tumbuh subur.

Referensi dari sini

Budidaya Bunga Bungan Canang Canang Sari Dagang Cnang

Kamis, 30 Juni 2016

Memilih Dewasa Ayu

Cara memilih Dewasa ayu – hari baik ala nak bali

Cara memilih hari baik menurut tradisi di bali didasarkan pada perhitungan wariga dan dewasa. adapun perhitungannya lumayan rumit, sehingga jarang masyarakat bali yang hafal cara menggunakan wariga dan dewasa tersebut. tapi untunglah, dengan kelihaian seseorang dalam perhitungan wariga dan dewasa beliau menyusun wariga yang dimodifikasi kalender internasional yang kemudian dikenal dengan kalender bali yang sering dipakai masyarakat bali saat ini. orang tersebut adalah (alm.) Bambang Gde Rawi, kelahiran desa cemengon, yang penyusunan kalender tersebut diwariskan kepada keluarga beliau.

dalam setiap bulannya, kalender bali umumnya terdiriatas beberapa bagian penting, diantaranya;

  1. bagian kepala; yang berisi Nama Bulan dan Tahun (seperti normalnya kalender internasional)
  2. badannya; berisikan tanggalan (seperti kalender internasional) dan beberapa tanda, diantaranya; Titik merah artinya Bulan Purnama, Titik Hitam artinya Bulan Tilem/Mati; lingkaran merah artinya hari raya besar agama hindu dan tanggal merah untuk hari libur nasional.
  3. bagian lengan kanan; berisikan daftar istilah wariga berdasarkan tanggal, yang berisikan juga keterangan hari-hari baik melakukan kegiatan/usaha/yadnya.
  4. bagian lengan kiri; berisikan nama-nama hari
  5. bagian kaki; berisikan daftar hari raya agama, daftar Odalan/upacara pura-pura besar di bali serta beberapa hari baik lainya.

dengan adanya kalender bali tersebut, orang bali tidak akan susah untuk menentukan hari baik berdasarkan wariga dan dewasa ayu. tetapi apabila ingin mempelajari secara manual, tentu ada rumus baku untuk wariga tersebut. dibawah ini akan diberikan sekilas perhitungannya, dan bila ingin mendalaminya tentu memerlukan materi yang lebih mendalam. dibawah ini hanya kulit luarnya saja, tapi sudah bisa digunakan untuk kegiatan sehari – hari. adapun cara mempelajarinya adalah sebagai berikut;

PEDEWASAN

mula – mulanya dapat dibagi dua bagian antara lain;

Pedewasan Sehari – hari yang hanya berdasarkan perhitungan;

  • Pawukon (Ingkel, Rangda Tiga, Tanpa Guru, Was Penganten dll)
  • Tri wara (Pasah untuk memisahkan, Beteng untuk mempertemukan, Kajeng untuk wasiat)
  • Sapta wara (Soma/senin, Budha/rabu dan Sukra/jumat, yang lainya termasuk kurang baik)
  • Sanga wara ( yang terbaik adalah Tulus dan Dadi)
  • Dauh Inti, berlaku pada waktu/jam tertentu saja, dari jam sekian sampai dengan sekian saja.

Pedewasan Inti berdasarkan Perhitungan yang terperinci, antara lain; Ayu nulus, Dauh ayu, Ayu badra, Mertha yoga, Mertha masa, Mertha dewa, Mertha danta, Sedana yoga, Subacara, Dewa ngelayang, dengan tidak melupakan hal – hal yang tersebut diatas serta dihubungkan dengan baiknya SASIH dan Penanggal.

Selanjutnya mari kita ikuti perumusan – perumusan berikutnya;

  • Urip Panca wara; Umanis (5), Pahing (9), Pon (7), Wage (4), Kliwon (8).
  • Urip Sapta wara; Redite/Minggu (5), Soma/Senin (4), Anggara/Selasa (3), Budha/Rabu (7), Wraspati/Kamis (8), Sukra/Jumat (6), Saniscara/Sabtu (9).
  • urip Wuku; Sita (7), landep (1), ukir (4), kilantir (6), taulu (5), gumbreg (8), wariga (9), warigadean (3), julungwangi (7), sungsang (1), dunggulan (4), kuningan (6), langkir (5), medangsia (8), pujut (9), Pahang (3), krulut (7), merakih (1), tambir (4), medangkungan (6), matal (5), uye (8), menial (9), prangbakat (3), bala (7), ugu (1), wayang (4), klawu (6), dukut (5) dan watugunung (8).
  • Bilangan Sapta wara; Redite (0), Soma (1), Anggara (2), Budha (3), Wraspati (4), Sukra (5), Saniscara (6).
  • Bilangan Wuku; Sita (1), landep (2), ukir (3), kilantir (4), taulu (5), gumbreg (6), wariga (7), warigadean (8), julungwangi (9), sungsang (10), dunggulan (11), kuningan (12), langkir (13), medangsia (14), pujut (15), Pahang (16), krulut (17), merakih (18), tambir (19), medangkungan (20), matal (21), uye (22), menial (23), prangbakat (24), bala (25), ugu (26), wayang (27), klawu (28), dukut (29) dan watugunung (30).

RUMUS PERHITUNGAN WARIGA

Ingkel (pantangan) mulai dari Redite/Minggu dan berakhir pada Saniscara/Sabtu (7 hari).

bilangan wuku dibagi 6, sisa;

  1. = Wong / yang berhubungan dengan Manusia.
  2. = Sato / yang berhubungan dengan Hewan.
  3. = Mina / yang berhubungan dengan Ikan.
  4. = Manuk / yang berhubungan dengan Burung/Unggas.
  5. = Taru / yang berhubungan dengan Tumbuhan Berkayu.
  6. = Buku / yang berhubungan dengan Tumbuhan Berbuku.

Eka Wara ; Urip Pancawara + Urip Saptawara = Ganjil = Luang (tunggal/padat) -> urip 1

Dwi Wara ; Urip Pancawara + Urip Saptawara =

  • Genap = menga (terbuka) -> urip 5
  • Ganjil = pepet (tertutup) -> urip 4

Tri Wara ; (Bilangan WUKU x 7 + bilangan Saptawara yang dicari) : 3 = sisa

  1. = Pasah (ditujukan kepada Dewa) -> urip 9
  2. = Beteng (ditujukan kepada Dewa) -> urip 4
  3. = Kajeng (ditujukan kepada Bhuta) -> urip 7

Catur Wara ; (Bilangan WUKU x 7 + bilangan Saptawara yang dicari) : 4 = sisa

  1. = Sri (makmur) -> urip 6
  2. = Laba (pemberian/imbalan) -> urip 5
  3. = Jaya (unggul) -> urip 1
  4. = Menala (sekitar daerah) -> urip 8

dari Redite Sinta sampai dengan Redite Dunggulan + 2, Soma Dunggulan + 1, sebelum dibagi. ini disebabkan adanya Jaya Tiga pada Wuku Dunggulan berturut – turut dari redite, selanjutnya rumus berlaku seperti biasa.

Panca Wara ; (Bilangan WUKU x 7 + bilangan Saptawara yang dicari) : 5 = sisa

  1. = Umanis (penggerak) -> urip 5
  2. = Paing (pencipta) -> urip 9
  3. = Pon (penguasa) -> urip 7
  4. = Wage (pemelihara) -> urip 4
  5. = Kliwon (pemusnah/pelebur) -> urip 8

Sad Wara ; (Bilangan WUKU x 7 + bilangan Saptawara yang dicari) : 6 = sisa

  1. = Tungleh (tak kekal) -> urip 7
  2. = Ariang (kurus) -> urip 6
  3. = Urukung (punah) -> urip 5
  4. = Paniron (gemuk) -> urip 8
  5. = Was (kuat) -> urip 9
  6. = Maulu (membiak) -> urip 3

jejepan ; (Bilangan WUKU x 7 + bilangan Saptawara yang dicari) : 6 = sisa

  1. = Mina (ikan)
  2. = Taru (kayu)
  3. = Sato (hewan)
  4. = Patra (tumbuhan merambat/menjalar)
  5. = Wong (manusia)
  6. = Paksi (burung/unggas)

Astha Wara ; (Bilangan WUKU x 7 + bilangan Saptawara yang dicari) : 8 = sisa

  1. = Sri (makmur) -> urip 6
  2. = Indra (indah) -> urip 5
  3. = Guru (tuntunan) -> urip 8
  4. = Yama (adil) -> urip 9
  5. = Ludra (peleburan) -> urip 3
  6. = Brahma (pencipta) -> urip 7
  7. = Kala (nilai) -> urip 1
  8. = Uma (pemelihara) -> urip 4

dari Redite Sinta sampai Redite Dunggulan + 2, Soma Dunggulan +1, sebelum dibagi. selanjutnya rumus berlaku sebagai biasa.

Sanga Wara ; (Bilangan WUKU x 7 + bilangan Saptawara yang dicari) : 9 = sisa

  1. = Dangu (antara terang dan gelap) -> urip 5
  2. = Jangur (antara jadi dan batal) -> urip 8
  3. = Gigis (sederhana) -> urip 9
  4. = Nohan (gembira) -> urip 3
  5. = Ogan (bingung) -> urip 7
  6. = Erangan (dendam) -> urip 1
  7. = Urungan (batal) -> urip 4
  8. = Tulus (langsung) -> urip 6
  9. = Dadi (jadi) -> urip 8

dari Redite Sinta sampai Redite Dunggulan + 2, Soma Dunggulan +1, sebelum dibagi. selanjutnya rumus berlaku sebagai biasa.

Dasa Wara ; (urip Pancawara + Urip Saptawara yang dicari + 1) : 10 = sisa

  1. = Pandita (bijaksana) -> urip 5
  2. = Pati (dinamis) -> urip 7
  3. = Suka (periang) -> urip 10
  4. = Duka (jiwa seni / mudah tersinggung) -> urip 4
  5. = Sri (kewanitaan) -> urip 6
  6. = Manuh (taat / menurut) -> urip 2
  7. = Manusa (sosial) -> urip 3
  8. = Eraja (kepemimpinan) -> urip 8
  9. = Dewa (berbudi luhur) -> urip 9
  10. = Raksasa (keras) -> urip 1

Dasawara berarti watak agung (karakter)

Watek Madia ; (urip Pancawara + Urip Saptawara yang dicari) : 5 = sisa

  1. = Gajah (besar) – hewan
  2. = Watu (kebal) – keras
  3. = Bhuta (tak nampak) – jerat
  4. = Suku (berkaki) – meja
  5. = Wong (orang) – pembantu

Watek Alit ; (urip Pancawara + Urip Saptawara yang dicari) : 4 = sisa

  1. = Uler (beranak banyak)
  2. = Gajah (besar)
  3. = Lembu (kuat)
  4. = Lintah (kurus)

Tanpa Guru ; dalam satu WUKU tidak terdapat GURU (Astha Wara), yang artinya tidak baik untuk memulai suatu usaha terutama mulai belajar.

Was Penganten ; dalam satu WUKU terdapat dua WAS (Sad Wara), baik untuk membuat benda tajam, tembok, pagar dan membuat pertemuan.

Semut Sadulur ; Urip Pancawara + Urip Sapthawara = 13 dan berturut – turut tiga kali, pantangan untuk atiwa – tiwa (menguburkan mayat). tetapai sangat baik untuk membentuk organisasi.

Kala Gotongan ; Urip Pancawara + Urip Sapthawara = 14 dan berturut – turut tiga kali, pantangan untuk atiwa – tiwa (menguburkan mayat). tetapai sangat baik untuk memulai suatu usaha.

Mitra satruning Dina (segala usaha/acara penting)

(Urip Saptawara + Pancawara Kelahiran) + (Urip Saptawara + Pancawara memulai Usaha/acara) = sisa

  1. = Guru (tertuntun)
  2. = Ratu (dikuasai)
  3. = Lara (terhalang)
  4. = Pati (batal)

sekian dulu sekilas RUMUS untuk mencari hari baik berdasarkan WARIGA dan DEWASA AYU (REF)

Bungan Canang Canang Sari Dagang Canang Dewasa Ayu

 

Menjadi dan temukan tentang produk dan layanan mitra usaha kami:

  • Catra Holiday
  • Balinia
  • Copyright © Dagang Canang™ is a registered trademark.
    Designed by Templateism. Hosted on Blogger Templates.